Topoin.com - Kisah nyata ini aku alami kira-kira pada tahun 2026 yang lalu, ketika aku masih kelas 3 SMU yang tergolong favorit di kota K yang menjadi tempat tinggal baruku (karena aku SMP di kota P) tentu saja sebagai murid danwarga baru di kota dan sekolahan itu aku belum mempunyai banyak teman (mungkin karena aku yang pendiam kali ya) jadi aku selalu menyendiri, baik di sekolah atau di tempat kostku. Jadi bagiku sekolah itu, datang, masuk, dan pulang, selesai. Padahal walau kulitku hitam (tapi manis bo he..he..he..) banyak juga loh cewek yang ingin dekat dan kenalan, tapi entah mengapa mulai dulu aku kok tidak pernah tertarik pada yang namanya cewek.
Sampai suatu hari aku ada pelajaran fisika, mata pelajaran yang paling kubenci (karena bodoh kali ya he..he..he..), tapi kali ini aku kok jadi semangat sekali, apa sebab? aku sendiri tidak tahu, mungkin karena gurunya baru kali ya, karena guru fisika yang dulu Pak Rachmat sudah pindah. Agak lama aku dan teman-teman menunggu kedatangan sang guru baru. Kira-kira 30 menit kami menanti akhirnya pintu kelas di buka, betapa kagetnya aku, kulihat guru baru, guru fisika yang tampak macho dan keren apalagisaat kulihat tangannya yang banyak ditumbuhi bulu-bulu yang agak lebat, serta kumis tipis yang menghiasi bibirnya. Wow.. begitu menggoda pikirku, spontan saja angan fantasiku melayang kemana-kamana diiringi desiran darahku yang agak panas.
“Anak-anak, perkenalkan nama saya Pak Syamsudin,” dia mulai memperkenalkan dirinya, selanjutnya aku tidak mampu mendengar kata-katanya lagi karena aku terpesona oleh ketampanan guru itu terutama bibirnya yang begitu merah, begitu tipis, dengan dagu yang begitu indah karena jenggotnya yangselalu dicukur sehingga dagunya tampak kebiru-biruan. Oh, betapa nikmatnya kalau bibir itu kukecup dan kukulum. Jadi kalau pelajaran fisika akuselalu semangat, karena aku bisa melihat ketampanan Pak Syam yang selalu hadir dalam khayalan dan mimpi-mimpiku dan membuatku kurang konsentrasi pada palajaran yang diterangkannya. Jadi kalau aku ulangan nilai fisikaku pasti dapat merah, sampai-sampai ujian pun nilainya merah pula. Akhirnya suatu hari aku dapat panggilan dari Pak Syam yang macho dan tampanitu. Padahal aku sudah siap-siap pulang. Gembira, takut, bahagia, gematar berbaur menjadi satu waktu itu. Akhirnya kulangkahkan juga kakikudengan deg-deg pas ke ruang kantor.
“Silakan duduk!” katanya dengan agak berwibawa.
“Ada apa Pak?” jawabku.
“Kamu tahu tidak, berapa nilai fisikamu,” lanjutnya.
“Tidak tahu Pak,” sambungku sekenanya.
“Tidak tahu gimana, ini lihat hasil ujianmu kemarin,” katanya lagi sambil menyodorkan kertas hasil ujianku.
Terkait
Entah sengaja atau tidak tanganku menyenggol tangannya, karuan saja gairahku langsung datang. Tapi anehnya dia menatapku dengan tatapan penuh arti, tapi aku hanya bisa menundukkan kepala saja. Dengan sangat perlahan dan lembut sekali dia menggenggam tanganku dan terus bergerak ke atas, terus, terus, sampai tangan itu menyentuh pipiku, sedangkan aku tidak bisa mengangkat kepala karena takut, tapi dengan sangat tiba-tiba sekali diamengecup keningku. Lanjut baca!

0 Response to "Kisah Anal Sex Untuk Guru Tersayang"
Posting Komentar