Tradingan.com - Mereka masing-masing berusia 18 tahun, dan kelas dua sebuah SMA negeri. Dua-duanya adalah anggota cheerleader sekolah tersebut. Desi mengaku sedang tidak punya pacar, sedangkan Putri sudah punya seseorang. Desi sering menggoda kalau Putri adalah bunga SMAnya. Banyak yang mengejar-ngejarnya untuk dijadikan pacar.
“Bohong tuh Oom.. Jangan percaya..” kata Putri sambil merengut lucu ke arah Desi.
“Oom sih percaya.. Habis kamu cantik sih..” jawabku.
“Mirip ini lho.. Siapa sih yang di TV itu.. Oom pernah nonton sinetronnya.”
“Oh.. Masayu Anastasia.. Memang mirip kok Oom..” jawab Desi.
“Mungkin kembar.. Cuma yang satu jadi bintang sinetron.. Yang ini jadi bintang mal..”
Kamipun tertawa mendengar celetukkan Desi. Sampai-sampai beberapa orang di cafe tersebut menengok ke arah kami. Beberapa pria tampak melihat dengan bernafsu kepada kedua gadis ini, terutama pada Putri. Sesudah bosan berada di cafe tersebut, kuajak mereka jalan-jalan keluar. Kamipun berjalan menuju tempat parkir di basement.
“Wow.., mobilnya keren banget Oom.. Sama kaya orangnya” kata Desi setelah kami sampai di mobilku.
Kubuka pintu mobilku dan Desipun duduk di kursi depan di sebelahku. Aku agak kecewa karena sebenarnya aku ingin Putri yang duduk di situ. Tak lama kamipun meluncur meninggalkan mal tersebut. Sesekali kulirik lewat kaca spionku, Putri yang sedang duduk dibelakang. Tampak dia menyadari kalau aku perhatikan, dan dia hanya tersenyum tersipu.
“Mau kemana nih?” tanyaku membuka percakapan setelah suasana hening sejenak.
“Terserah Oom aja deh” sahut Desi. Memang Desi ini kelihatannya lebih bandel dan berani.
“Oom capek nih.. Gimana kalau kita istirahat dulu di motel?”
“Desi sih Ok aja. Put, gimana loe?”
“Nggak ah.. Putri ada janji sama cowok Putri nih”
Aku sangat kecewa mendengarnya. Yang aku incar Putri, malah dapatnya Desi.
Terkait
“Sebentar aja deh.. Kasihan khan Desi sendirian” kataku.
“Iya Put.. Gimana sih loe.. Gampang deh loe cari alasan aja” tukas Desi lebih lanjut.
Karena tidak ada jawaban dari Putri, kuanggap saja dia setuju untuk menemani Desi dan aku beristirahat di motel. Tak lama kami sudah sampai di motel langgananku. Desi dan aku turun di garasi dan menuju kamar.
“Gue tunggu di mobil aja ya Des”
“Duh gimana sih.. Udah deh loe ikut aja. Di dalam loe diam aja juga nggak apa kok” jawab Desi. Lanjut baca!

0 Response to "Kisah Pesta Seks Anal Dengan Gadis SMA 2"
Posting Komentar